<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>QuranPoin.com</title>
	<atom:link href="http://quranpoin.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://quranpoin.com</link>
	<description>Belajar Menghidupkan Al-Qur&#039;an</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Mar 2012 09:54:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Jangan Tinggalkan Al-Quran</title>
		<link>http://quranpoin.com/jangan-tinggalkan-al-quran/</link>
		<comments>http://quranpoin.com/jangan-tinggalkan-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Mar 2012 09:53:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>QuranPoin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Membaca Al-Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://quranpoin.com/?p=963</guid>
		<description><![CDATA[Seluruh aspek yang ada dalam Al-Quran memang diperuntukkan bagi kehidupan manusia. Hanya saja harus ada upaya untuk selalu menggalinya. Karena sudah menjadi &#8220;rahasia umum&#8221; bahwa penyebab kemunduran kita, baik sebagai umat maupun sebagai individu, dipengaruhi oleh rendahnya tingkat interaksi dengan Al-Quran. Pola interaksi kita dengan Al-Qur&#8217;an &#8220;umumnya&#8221; hanya sebatas lisan (membaca), tanpa melibatkan aspek lainnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Seluruh aspek yang ada dalam Al-Quran memang diperuntukkan bagi kehidupan manusia. Hanya saja harus ada upaya untuk selalu menggalinya. Karena sudah menjadi &#8220;rahasia umum&#8221; bahwa penyebab kemunduran kita, baik sebagai umat maupun sebagai individu, dipengaruhi oleh rendahnya tingkat interaksi dengan Al-Quran.<span id="more-963"></span></p>
<p>Pola interaksi kita dengan Al-Qur&#8217;an &#8220;umumnya&#8221; hanya sebatas lisan (membaca), tanpa melibatkan aspek lainnya (menghafal, menelaah, memahami dan mengamalkan. Walaupun mengamalkan, tidak jarang pengamalannya masih parsial.</p>
<p>Patut kita perhatikan komentar yang menarik dari ulama Mesir, Dr. Muhammad al-Ghazali (alm.) tentang pola interaksi generasi Khulafaurrasyidin dengan generasi sekarang terhadap Al-Quran. &#8220;Generasi pertama terangkat kemuliaannya karena menempatkan Al-Quran di atas segala-galanya. Sedangkan generasi sekarang jatuh kemuliaannya karena menempatkan Al-Quran di bawah nafsu dan kehendak dirinya.&#8221;</p>
<p>Dan mari kita renungi rintihan Rasulullah saw kepada Rabbnya dengan mengatakan: &#8220;Berkatalah Rasul, wahai Rabbku, sungguh kaumku telah menjadikan Al-Quran ini sesuatu yang ditinggalkan&#8221; (QS. Al-Furqan [25]: 30)</p>
<p>Ditinggalkan karena mereka tak membacanya, atau tidak mau merenungi maknanya atau tidak mau mengamalkan isinya. Bagaimana dengan kita, masihkah kita membaca, merenungi dan mengamalkan Al-Qur&#8217;an?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://quranpoin.com/jangan-tinggalkan-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengaruh Bacaan Al-Quran terhadap Fisiologi dan Psikologi Manusia</title>
		<link>http://quranpoin.com/pengaruh-bacaan-al-quran-terhadap-fisiologi-dan-psikologi-manusia/</link>
		<comments>http://quranpoin.com/pengaruh-bacaan-al-quran-terhadap-fisiologi-dan-psikologi-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2012 22:54:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>QuranPoin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Membaca Al-Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Terapi Al-Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://quranpoin.com/?p=910</guid>
		<description><![CDATA[Al-Quran diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw untuk umat manusia sampai akhir zaman. Fungsi Al-Qur&#8217;an antara lain sebagai petunjuk (hudan), sumber informasi/penjelasan (bayan), pembeda antara yang benar dan yang salah (al-furqan), penyembuh (syifa&#8217;), rahmat, dan nasehat/petuah (mau&#8217;idzah). Salah satu manfaat Alquran adalah sebagaimana ditunjukkan dalam penelitian yang dilakukan Dr. Ahmad al-Qadhi, direktur utama Islamic Medicine [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Al-Quran diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw untuk umat manusia sampai akhir zaman. Fungsi Al-Qur&#8217;an antara lain sebagai petunjuk (hudan), sumber informasi/penjelasan (bayan), pembeda antara yang benar dan yang salah (al-furqan), penyembuh (syifa&#8217;), rahmat, dan nasehat/petuah (mau&#8217;idzah).<span id="more-910"></span></p>
<p>Salah satu manfaat Alquran adalah sebagaimana ditunjukkan dalam penelitian yang dilakukan Dr. Ahmad al-Qadhi, direktur utama Islamic Medicine Institute for Education and Research yang berpusat di Amerika Serikat sekaligus konsultan ahli sebuah klinik di Panama City, Florida. Ia meneliti pengaruh Al-Quran pada manusia dalam perspektif fisiologi dan psikologi. Penelitian dilakukan dalam 2 tahapan.</p>
<p>Tahap pertama, bertujuan untuk meneliti kemungkinan adanya pengaruh Al-Qur&#8217;an pada fungsi organ tubuh sekaligus mengukur intensitasnya jika memang ada. Tahap kedua, diarahkan untuk mengetahui apakah efek yang ditimbulkan benar-benar karena Alquran atau bukan.</p>
<p>Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan mesin pengukur dan terpai stres yang berbasis komputer, model MEDAQ 2002 (medical data quotient) yang ditemukan dan dikembangkan Pusat Kedokteran Universitas Boston. Alat ini mampu mengukur reaksi yang menunjukkan tingkat stres dengan 2 cara: (1) melakukan pemeriksaan fisik secara langsung melalui komputer, dan (2) memonitor serta mengukur perubahan-perubahan fifiiologis pada tubuh.</p>
<p>Eksperimen dilakukan sebanya 210 kali dengan melibatkan responden laki-laki dan perempuan usia antara 18-40 tahun. Semua responden non muslim dan tidak bisa berbahasa Arab. Mereka diminta mendengarkan bacaan Alquran dengan bahasa Arab dengan kaidah tajwid 85 kali.</p>
<p>Mereka juga diminta mendengarkan bacaan berbahasa Arab yang bukan Al-Qur&#8217;an sebanyak 85 kali juga. Bacaan-bacaan berbahasa Arab non Al-Quran ini dilantukan dengan kaidah tajwid layaknya Alquran sehingga memiliki kemiripan dengan AlQuran dari aspek lafal, intonasi suara, dan ketukan di indera pendengaran. Bacaan bahasa Arab non Al-Quran digunakan sebagai placebo, artinya responden tidak dapat membedakan antara bacaan Al-Quran dan non Al-Quran.</p>
<p>Hasil eksperimen menunjukkan, bacaan Al-Quran menimbulkan efek relaksasi hingga 65%. Sedangkan bacaan berbahasa Aran non Al-Quran hanya mencapai 33%. Hasil ini juga menunjukkan, Alquran memiliki pengaruh positif yang cukup signifikan dalam menurunkan ketegangan (stres) pada pengukuran kualitatif maupun kuantitatif.</p>
<p>Pengaruh ini tampak dalam bentuk perubahan-perubahan yang terjadi pada arus listrik di otot, juga perubahan pada daya tangkap di kulit terhadap konduksi listrik, perubahan sirkulasi darah, serta perubahan pada detak jantung, kadar darah yang mengalir pada kulit yang semuanya saling terkait dan paralel dengan perubahan-perubahan pada aspek lain.</p>
<p>Semua perubahan ini menunjukkan adanya perubahan fungsi dan kinerja sistem syaraf otonom yang lebih lanjut berpengaruh pada organ-organ tubuh yang lain serta fungsi-fungsinya. Karena itu ditemukan adanya kemungkinan-kemungkinan tidak terbatas pada pengaruh-pengaruh fisiologis yang bisa dihasilkan Al-Quran.</p>
<p>Dalam penelitian lain, Kazemi dkk melakukan penelitian yang mirip terhadap 107 mahasiswa keperawatan Rafsanjan University of Medical Sciences dengan metode kuasi eksperimental. Mereka dibagi ke dalam 2 grup, grup kontrol dan case group. Skor Kesehatan Mental diukur pada kedua grup dengan 12 item kuisioner. Case group mendengarkan Alquran masing-masing selama 15 menit, 3 kali seminggu selama 4 minggu berturut-turut, yang diperdengarkan dengan tape recorder.</p>
<p>Seminggu setelah intervensi selesai, skor kesehatan mental diukur kembali pada kedua grup. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan, dengan mendengarkan Al-Quran dapat dijadikan cara untuk meningkatkan kesehatan mental mahasiswa.</p>
<p>Betapa luar biasany Alquran, sistem tubuh ternyata memberikan respon positif terhadap bacaan Al-Qur&#8217;an meskipun si empunya tubuh tidak memahami artinya. Apatah lagi kalau yang membaca atau mendengarkan memahami makna bacaannya. Pasti efeknya lebih dahsyat lagi. Dengan kita membaca Al-Quran setiap hari, pasti banyak kebaikan yang kita dapat.</p>
<p>Sumber: buku Al-Qur&#8217;an The Healing Book<br />
Penulis: Ir. Abduldaem Al-Kaheel<br />
Penerbit: Tarbawi Press</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://quranpoin.com/pengaruh-bacaan-al-quran-terhadap-fisiologi-dan-psikologi-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seni Penggambaran dalam Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://quranpoin.com/seni-penggambaran-dalam-al-quran/</link>
		<comments>http://quranpoin.com/seni-penggambaran-dalam-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2012 06:24:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>QuranPoin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Memahami Al-Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://quranpoin.com/?p=906</guid>
		<description><![CDATA[Al-Qur&#8217;an dalam menggambarkan kisah dan pemikiran sangat menarik. Pengungkapannya tidak akan mampu diungkapkan oleh perkataan manusia manapun. Penggambaran adalah penjelasan, makna atau kisah dengan menggambarkan perasaan dan postur tubuh supaya mempengaruhi jiwa manusia (yang mendengarkannya). Mengajak berbuat baik, misalnya kedermawanan, Al-Quran menggambarkannya secara menawan. Firman Allah: Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Al-Qur&#8217;an dalam menggambarkan kisah dan pemikiran sangat menarik. Pengungkapannya tidak akan mampu diungkapkan oleh perkataan manusia manapun. Penggambaran adalah penjelasan, makna atau kisah dengan menggambarkan perasaan dan postur tubuh supaya mempengaruhi jiwa manusia (yang mendengarkannya). Mengajak berbuat baik, misalnya kedermawanan, Al-Quran menggambarkannya secara menawan.<span id="more-906"></span></p>
<p>Firman Allah:</p>
<p><em>Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.</em><br />
(QS Al-Isra&#8217; [17]: 29)</p>
<p>Beberpa gambaran keadaan kejiwaan, sperti keadaan kekafiran, gerak sikap (ekspresi), sikap waktu takut dan butuh pertolongan, juga disampaikan oleh Al-Quran. Contoh, firman Allah;</p>
<p><em>Apabila dalam keadaan ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati.</em><br />
(QS Al-Ahzab [23]: 19)</p>
<p>Mengenai penggambaran dalam Al-Quran, Sayyid Quthb menyusun sebuah kitab yang secara khusus membicarakan tema ini. Yaitu berjudul: at-Tashwir al-Fanniy fi al-Qur&#8217;an (Seni Penggambaran di dalam Al-Quran).</p>
<p>Menurut penulis kitab tersebut, Al-Quran membuat penggambaran dalam banyak keadaan. Contoh, gambaran yang menyentuh jiwa, misalnya orang-orang yang ingkar digambarkan sebagai orang yang lemah berfikir, takabur, buta dan beberpa penggambaran lain.</p>
<p>Contoh penggambaran yang diterangkan dalam kitab at-Tashwir al-Fanniy:</p>
<ol>
<li>Allah menerangkan bahwa sesembahan orang-orang yang menyembah selainnya, tuhan-tuhan itu tidak mampu mendengar dan mengabulkan permohonan pertolongan. Semua doa hamba-hamba tuhan mereka tidak ada gunamya dan berlalu begitu saja.Al-Quran menggambarkan hal tersebut dengan memvisualkan gerakan serta mengemukakan perasaan dan kondisi kejiwaan. Cara seperti ini merupakan pengungkapan makna yang menyentuh akal sekaligus perasaan. Contoh penggambaran:<em>Dan perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti.</em><br />
(QS Al-Baqarah [2]: 171)Orang-orang kafir digambarkan sebagai hewan gembalaan karena mereka mendengar seruan tetapi tidak memahami isi seruan itu. Suara panggilan itu sampai ke telinga hanya sebagai suara yang tidak berarti.Demikian pula tuhan-tuhan (berhala) yang mereka sembah tidak bisa membedakan antara suara-suara, apalagi memahami keinginan yang disampaikan kepadanya. Begitu jelas ketololan orang-orang kafir yang meminta pada benda-benda mati yang mustahil mengabulkan permintaan.</li>
<li>Allah menerangkan bahwa orang-orang yang menyekutukanNya adalah orang-orang yang tidak berpegang pada sumber dan ketetapan yang benar. Pengertian ini digambarkan sebagai orang yang terhempas sedemikian cepat.<em>Barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah dia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.</em><br />
(QS Al-Hajj [22]: 31)Orang yang mempersekutukan Allah seolah-olah jatuh dari langit di saat kilat bersinar menyambar. Sekejappun dia tidak bisa melihat seorang dan apapun di muka bumi. Burung menyambar dan angin menghempaskannya ke tempat yang jauh yang tidak diketahui seorangpun.</li>
</ol>
<p><strong>Penggambaran dengan Sindiran</strong></p>
<p>Al-Qur&#8217;an menggambarkan banyak hal secara sempurna dan hidup. Contoh, penggambaran Al-Quran pada sifat takut dan keluh kesah yang melingkupi kaum muslimin dalam beberapa malam pada saat perang ahzab. Allah berfirman:</p>
<p><em>Dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka.</em><br />
(QS Al-Ahzab [33]: 10)</p>
<p>Rasa takut dan memohon perlindungan merupakan suatu gambaran dari gambaran-gambaran kejiwaan dalam keadaan takut dan keluh kesah. Rasa ketakutan yang memuncak itu diungkapkan dengan sindiran penggambaran yang menjadikan kabur pandangan, copot jantung hati dan menjadikan jiwa tidak bisa berkutik.</p>
<p>Dalam menggambarkan kedermawanan yang berlebihan dan kekikiran, Al-Quran membuat sindiran:</p>
<p><em>Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya kartena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.</em><br />
(QS Al-Isra&#8217; [17]: 29)</p>
<p><em>Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadikanlah kamu orang-orang yang rugi.</em><br />
(QS Ali-Imran [3]: 149)</p>
<p>Mengenai sindiran yang menggambarkan penyesalan dan keluh kesah Bani Israil setelah menyembah berhala. Al-Qur&#8217;an berkata:</p>
<p><em>Dan setelah mereka sangat menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa mereka telah sesat &#8230;</em><br />
(QS Al-A&#8217;raf [7]: 149)</p>
<p>Reaksi penyesalan mereka adalah dengan menggigit tangan, sebagai tanda kedukaan dan perasaan yang sedang galau (mudah tersinggung).</p>
<p>Sumber: Buku Keistimewaan-Keistimewaan Al-Quran<br />
Penulis: Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki<br />
Penerbit: Mitra Pustaka (2001)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://quranpoin.com/seni-penggambaran-dalam-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lancar atau Tidak, Ayo Terus Membaca Al-Quran</title>
		<link>http://quranpoin.com/lancar-atau-tidak-ayo-terus-membaca-al-quran/</link>
		<comments>http://quranpoin.com/lancar-atau-tidak-ayo-terus-membaca-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Mar 2012 22:45:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>QuranPoin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=896</guid>
		<description><![CDATA[Diantara nikmat terbesar yang Allah berikan kepada umat ini adalah diturunkannya Al-Quranul Karim. Sebuah kitab yang Allah jamin kebenaran dan keasliannya hingga akhir jaman. Bahkan sebagian ulama menyebutkan bahwa Al-Quran juga merupakan mukjizat terbesar yang Allah berikan kepada Rasulullah Muhammad SAW. Betapa tidak, sejak dulu hingga akhir jaman nanti tak satupun yang mampu membuat semisal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Diantara nikmat terbesar yang Allah berikan kepada umat ini adalah diturunkannya Al-Quranul Karim. Sebuah kitab yang Allah jamin kebenaran dan keasliannya hingga akhir jaman.<span id="more-896"></span></p>
<p>Bahkan sebagian ulama menyebutkan bahwa Al-Quran juga merupakan mukjizat terbesar yang Allah berikan kepada Rasulullah Muhammad SAW. Betapa tidak, sejak dulu hingga akhir jaman nanti tak satupun yang mampu membuat semisal Al-Quran. Walau hanya satu surat. Meski cuma satu ayat atau satu huruf saja. Bahkan tetap tidak mungkin membuat serupa Al-Quran andaipun berkumpul semua manusia dari ujung barat hingga ujung timur.</p>
<p>Begitulah keagungan kitab suci Al-Quran. Dengan berbekal kitabullah ini Rasulullah SAW dan para sahabat mampu menaklukkan dunia, membebaskan perbudakan manusia, mengangkat derajat mereka, melepaskan dari himpitan dunia fana yang sempit menuju keluasan negeri akhirat yang abadi. Dengan Al-Quran musuh-musuh Islam takkan mampu menundukkan kaum muslimin untuk selama-lamanya.</p>
<p>Apa rahasia mengapa Al-Quran sedemikian kuat menarik hati manusia untuk tunduk dan mengikutinya? Rasulullah SAW mengingatkan kepada para sahabat agar mereka senantiasa mencintai Al-Quran. Membacanya, mentadabburinya, memahami isi dan mengamalkan apa yang diajarkan.</p>
<p>Sabda-sabda Rasulullah SAW seputar keutamaan Al-Quran dan para pembawanya itulah yang menggerakkan hati para sahabat untuk menjaduikan Al-Quran sebagai senandung kehidupan mereka, panduan hukum dan rujukan utama atas segala persoalan hidup mereka.</p>
<p>Wajar bila setelah generasi sahabat (para tabi&#8217;in), khususnya setelah Al-Quran dibukukan pada jaman Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, mudah ditemukan diantara mereka yang telah hafal seluruh isi Al-Quran di bawah usia 15 tahun. Bahkan diantara mereka ada yang belum genap 7 tahun telah menghafal keseluruhan dari Al-Quran di luar kepala.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Orang yang mahir membaca Al-Quran bersama safarah yang mulia dan baik-baik. Dan orang yang membaca Al-Quran dan terbata-bata membacanya sedang dia mengalami kesulitan melakukan hal itu maka baginya dua pahala.&#8221; (HR Muslim no. 798)</p>
<p>Tak ada alasan bagi seorang muslim untuk tidak selalu membaca Al-Quran. Meskipun ia masih belum mahir membacanya dan masih kesulitan. Ia bahkan mendapat 2 pahala. Bila kita tidak selalu membaca Al-Quran kita pasti akan tetap membaca selainnya. Membaca Al-Quran berpahala membaca lainnya tidak.</p>
<p>Bila kita tidak selalu membaca Al-Quran maka apalagi bukti cinta kita terhadapnya. Membaca adalah tingkat interaksi yang paling awal yang kemudian disusul dengan mentadabburinya, memahami dan mengamalkannya. Bila membaca Al-Quran saja tidak lalu bagaimanakah mungkin mencapai tingkatan-tingkatan interaksi berikutnya?</p>
<p>Tidakkah kita ingin menghadirkan mukjizat Al-Quran dalam setiap sisi kehidupan kita. Tidakkah kita membutuhkan solusi Al-Quran dalam setiap masalah kehidupan kita. Tidakkah kita ingin kesuksesan dan kebahagiaan selalu terjadi dalam hidup kita.</p>
<p><em>Kam tadzakarna zamanan</em></p>
<p>Yauma kunna su&#8217;ada</p>
<p>Bikitabillahi natluhu</p>
<p>Shobahan wa masa&#8217;</p>
<p>Nasyid diatas menggambarkan betapa bahagianya kehidupan para Sahabat dan generasi sesudahnya dahulu. Betapa sering kita terkenang akan sebuah masa. Hari-hari yang senantiasa diliputi dengan kebahagiaan. Dengan kitab Allah yang senantiasa kami baca. Sepanjang pagi dan petang &#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://quranpoin.com/lancar-atau-tidak-ayo-terus-membaca-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbagi Pengalaman Menjadi Hafizh Al Qur&#8217;an</title>
		<link>http://quranpoin.com/819/</link>
		<comments>http://quranpoin.com/819/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2011 07:49:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Quran Poin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menghafal Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Penghafal Al-Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=819</guid>
		<description><![CDATA[Buku &#8220;Berbagi Pengalaman Menjadi Hafizh Al Qur&#8217;an ini Insya Allah mampu mengobsesi Anda menjadi hafal  Al Qur&#8217;an tanpa sengaja. Atau lebih tepatnya hafal Al Qur&#8217;an tanpa merasa terbebani target menghafal. Buku yang sangat memotivasi mereka yang ingin menghafal Al Qur&#8217;an tapi sudah merasa kesulitan sebelum memulai. So, tunggu apa lagi,buruan baca dan &#8230; Tidak Sengaja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-full wp-image-820" title="Berbagi Pengalaman Menjadi Hafizh Al Qur'an" src="http://www.quranpoin.com/v1/wp-content/uploads/2011/08/Berbagi.jpg" alt="" width="150" height="200" />Buku &#8220;Berbagi Pengalaman Menjadi Hafizh Al Qur&#8217;an ini Insya Allah mampu mengobsesi Anda menjadi hafal  Al Qur&#8217;an tanpa sengaja. Atau lebih tepatnya hafal Al Qur&#8217;an tanpa merasa terbebani target menghafal. Buku yang sangat memotivasi mereka yang ingin menghafal Al Qur&#8217;an tapi sudah merasa kesulitan sebelum memulai. So, tunggu apa lagi,buruan baca dan &#8230;<br />
Tidak Sengaja Menghafal Al Qur&#8217;an, Mau?<span id="more-819"></span></p>
<p>Buku yang mengupas tentang menghafal Ir. Abduldaem Al-Kaheel sangat banyak. Namun efek positifnya di kalangan kaum muslimin tidak signifikan. Mungkin karena sebagian besar buku yang beredar hanya menyajikan bacaan yang lebih bersifat teoritis sehingga dalam praktiknya justru menambah masalah.</p>
<p>Buku &#8220;Berbagi Pengalaman Menjadi Hafizh Al Qur&#8217;an&#8221; ini bersifat panduan praktis dan mudah dicerna pembaca yang diharapkan memberi solusi untuk permasalahan diatas. Terlebih jika penulisnya adalah subyek pertama yang mengaplikasikan apa yang tertuang alam buku tersebut.</p>
<p>Dan buku yang merupakan panduan metode inovatif dalam menghafal Al Qur&#8217;an ini bukan hanya menyadarkan kita untuk menjadi penghafal Al Qur&#8217;an, tapi membacanya membuat kita optimis mampu menjadi seorang yang hafal Al Qur&#8217;an. Semua penghalang bisa kita halau. Terlebih kita disuguhi contoh nyata dan dibimbing dengan contoh aplikatif tentang metode menghafal yang merupakan pengalaman pribadi penulis, Ir. Abduldaem Al Kaheel, yang merupakan seorang yang awam dalam arti bukan seseorang yang berlatar belakang pondok pesantren atau mengenyam pendidikan agama dengan intensif di masa kecilnya. Karena pikiran seperti ini pula yang sering menjadi dalih yang menghambat kita untuk menghafalkan Al Qur&#8217;an.</p>
<p>Kelebihan dan keistimewaan buku &#8220;Berbagi Pengalaman Menjadi Hafizh Al Qur&#8217;an&#8221; ini saat kita dikejutkan dengan realita bahwa menghafal  Al Qur&#8217;an tidak cukup hanya hafal secara lafaz saja. Tapi harus pula memahami makna dan kandungan Al Qur&#8217;an serta mampu mengaplikasikan nilai-nilainya dalam keseharian. Itu salah satu rahasia agar hafalan kita lengket bagaikan lem, menghafal Al Qur&#8217;an dengan pola tadabbur ayat.</p>
<p>Sisi istimewa lainnya, tentang metode berdasarkan pengalaman penulisnya, yakni mengoptimalkan fungsi otak untuk menghafal di saat tidur. Pola ini merupakan hasil analisa penulis sebagai peneliti yang kemudian ia terapkan sendiri dan dirasakan langsung manfaatnya yang luar biasa.</p>
<p>Last but not least, penulis mengajak kita untuk menghafal Al Qur&#8217;an tanpa sengaja, Mau??</p>
<p><strong>Penulis</strong>     : Ir. Abduldaem Al-Kaheel<br />
<strong>Penerbit</strong>     : Tarbawi Press, Jakarta<br />
<strong>Tebal</strong>         : 146 Halaman<br />
<strong>Ukuran</strong>          : 12,5 x 17 cm<br />
<strong>Tahun Terbit </strong>   : Juni 2010<br />
<strong>Harga</strong>         : Rp 30,000  (Edisi Revisi)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://quranpoin.com/819/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Al Qur&#8217;an The Healing Book (Pembuktian Medis dan Empiris Kekuatan Penyembuhan Al Qur&#8217;an)</title>
		<link>http://quranpoin.com/al-quran-the-healing-book-pembuktian-medis-dan-empiris-kekuatan-penyembuhan-al-quran/</link>
		<comments>http://quranpoin.com/al-quran-the-healing-book-pembuktian-medis-dan-empiris-kekuatan-penyembuhan-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2011 06:34:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Quran Poin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Al-Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=815</guid>
		<description><![CDATA[Para Terapis di negara-negara Barat menggunakan suara musik atau suara alam seperti tetesan air atau gemerisik pohon-pohon, suara di hutan, dll dalam pengobatan melalui suara. Itu karena mereka tidak memiliki referensi yang handal karena itulah mereka selalu kembali ke alam. Namun kenyataan yang diakui oleh semua terapis adalah ternyata suara manusia memiliki pengaruh yang paling [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-full wp-image-816" title="Al Quran The Healing Book" src="http://www.quranpoin.com/v1/wp-content/uploads/2011/08/Al-Quran-The-Healing-Book.jpg" alt="" width="200" height="300" />Para Terapis di negara-negara Barat menggunakan suara musik atau suara alam seperti tetesan air atau gemerisik pohon-pohon, suara di hutan, dll dalam pengobatan melalui suara. Itu karena mereka tidak memiliki referensi yang handal karena itulah mereka selalu kembali ke<br />
alam. Namun kenyataan yang diakui oleh semua terapis adalah ternyata suara manusia memiliki pengaruh yang paling besar untuk penyembuhan. Hanya saja mereka tidak tahu kata-kata apa yang harus diucapkan untuk mencapai kesembuhan tersebut. Kita sebagai orang beriman diminta untuk meyakini bacaan ayat-ayat Al Quran sebagai syifaa (penyembuh) dan rahmat (kasih sayang).  Ternyata telah ada riset yang membuktikan secara ilmiah bahwa proses penyembuhan sangat baik dilakukan dengan mendengarkan ayat-ayat Al Quran. Benarkah demikian? Tuntaskan semua keingin tahuan Anda dalam buku ini ..<span id="more-815"></span></p>
<p><strong>Mengapa Banyak Orang Yang Tidak Yakin dengan Metode Terapi Al-Quran?</strong></p>
<p>Banyaknya orang yang tidak yakin dengan pengobatan Al Qur&#8217;an adalah karena belum adanya landasan dan fakta ilmiyah tentang hal ilmu pengobatan dengan Al Qur&#8217;an. Misalnya, mungkin muncul pertanyaan : Ketika pasien mendengarkan Al Qur&#8217;an, apa yang terjadi dalam tubuh pasien tersebut secara detail yang bisa menghantarkannya pada kesembuhan? Untuk menjawab pertanyaan seperti ini, kita harus menjawab terlebih dahulu pertanyaan &#8220;Apa yang dimaksud dengan pengobatan atau terapi Al Qur&#8217;an?</p>
<p>Pengobatan atau terapi Al Qur&#8217;an adalah membacakan ayat-ayat Al Qur&#8217;an kepada pasien selain doa-doa yang ma&#8217;tsur (diajarkan oleh Rasulullah saw). Hal itu diulangi beberapa kali sampai terjadi proses penyembuhan insya Allah. Jadi, hal yang mempengaruhi pasien adalah membaca Al Qur&#8217;an. Pembacaan Al Qur&#8217;an terdiri dari dua hal, pertama suara bacaan Al Qur&#8217;an yang keluar melalui terapis yang membacakannya atau si pasien langsung yang membacanya. Kedua, makna serta kandungan yang ada dalam ayat-ayat yang dibacakan itu.</p>
<p>Dalam buku ini, insya Allah kita akan yakin bahwa suara memiliki pengaruh besar sekali terhadap sel-sel tubuh. Di dalam buku ini juga dijelaskan bahwa proses penyembuhan sangat baik dilakukan dengan mendengarkan ayat-ayat Al Qur&#8217;an.</p>
<p><strong>Al Qur&#8217;an The Healing Book</strong><br />
<strong>Penulis</strong>     : Ir. Abduldaem Al-Kaheel<br />
<strong>Penerbit</strong>     : Tarbawi Press<br />
<strong>Tebal</strong>            : 200 Halaman<br />
<strong>Ukuran</strong>        : 12,3 x 17 cm<br />
<strong>Cetakan</strong>      : Kedua &#8211; Februari 2011<br />
<strong>Harga</strong>            : Rp 37,000  (Edisi Revisi)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://quranpoin.com/al-quran-the-healing-book-pembuktian-medis-dan-empiris-kekuatan-penyembuhan-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mendidik Anak Dengan Cinta (Buku Laris)</title>
		<link>http://quranpoin.com/mendidik-anak-dengan-cinta-buku-laris/</link>
		<comments>http://quranpoin.com/mendidik-anak-dengan-cinta-buku-laris/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2011 05:29:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Quran Poin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Parenting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=811</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang tua yang mengatakan bahwa mereka telah mendidik anaknya dengan penuh cinta, perhatian dan kasih sayang. Tapi ternyata menyatakan cinta, perhatian dan kasih sayang tak semudah yang diperkirakan. Karena ternyata masih banyak yang mengumbar sederet perintah, nasihat, omelan bahkan hukuman atas nama cinta. Salah memilih cara mengungkapkan cinta bisa membuat anak salah menangkap makna. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-full wp-image-812" title="mendidik dgn cinta (buku laris)" src="http://www.quranpoin.com/v1/wp-content/uploads/2011/08/mendidik-dgn-cinta-buku-laris.jpg" alt="" width="134" height="203" />Banyak orang tua yang mengatakan bahwa mereka telah mendidik anaknya dengan penuh cinta, perhatian dan kasih sayang. Tapi ternyata menyatakan cinta, perhatian dan kasih sayang tak semudah yang diperkirakan. Karena ternyata masih banyak yang mengumbar sederet perintah, nasihat, omelan bahkan hukuman atas nama cinta. Salah memilih cara mengungkapkan cinta bisa membuat anak salah menangkap makna. Cinta tak tersampaikan, pendidikan pun terbelangkai.<span id="more-811"></span></p>
<p>Bayangkan gambaran imajinasi berikut. Di sekitar Anda, terdapat banyak sekali raksasa. Tubuhnya 2-3 kali lebih tinggi dan besar dari Anda. Kemana mata memandang yang terlihat hanyalah pinggang dan tangan mereka. Untuk bisa melihat wajahnya, Anda harus berjinjit atau mendongakkan kepala. Beratnya? Kekuatannya? jangan ditanya lagi.<br />
Raksasa itu memasak buat Anda. Dari mulutnya senantiasa terdengar serentetan perintah &#8220;ayo diam!&#8221;, &#8220;makan!&#8221;, &#8220;Tidur!&#8221;, &#8220;ayo cepat!&#8221;. Raksasa-raksasa itu mengawasi apa saja yang Anda perbuat, menentukan apa yang bisa Anda lakukan dan apa yg tidak boleh. Mau memberontak? Tak mungkin berani karena mereka berubah menjadi menakutkan sekali jika marah. Matanya melotot, suaranya menggelegar, dan tangannya yang kuat bisa dengan mudah menampar pipi Anda, mencubit atau memukul pantat.</p>
<p>Perasaan Anda terhadap raksasa tersebut kira-kira sama dengan perasaan anak-anak terhadap Anda. Bila orang tua memilih cara termudah dalam mendidik anak melalui sederet perintah, nasihat, omelan bahkan hukuman yang sesuai dengan pemikiran rasional orang dewasa, hal itu hanya akan menghancurkan harga diri anak. Sebagai manusia kecil yang lemah wajar jika kemudian muncul kekecewaan, kejengkelan dan kemarahan terhadap para raksasa yang serba kuat dan bisa berbuat semaunya sendiri. Sama seperti ketika Anda memendam amarah an kebencian tatkala raksasa-raksasa di sekeliling Anda terus menerus marah, melarang ini dan itu, membentak dan memukul Anda sebagai respon dari keingin tahuan atau ketidak tahuan Anda akan sesuatu</p>
<p>Tidak semua orang tua bisa memahami perasaan dan pola pikir anaknya, ketakutannya terhadap raksasa-raksasa yang ada di sekelilingnya. Pun tidak semua ayah ibu bisa memahami perbedaan karakter dasar anak dengan orang dewasa. Bahwa pikiran anak itu sempit, egois dan kerap tak masuk akal tak terbayangkan oleh mereka. Sehingga ketika anak mengeluarkan pendapat yang menurut mereka aneh, konyol an keliru langsung dianggap seperti berbuat kekeliruan yang disengaja.</p>
<p>Beruntunglah para orang tua yang segera menyadari kekeliruannya dan rela bersusah payah menggali pengetahuan tentang pendidikan anak. Yang salah satunya lewat karya yang fenomenal ini yang sudah dicetak ulang berulang kali. Buku ini dipersembahkan dalam rangka memberi dukungan dan bantuan kepada orang tua yang memeiliki kepedulian tinggi untuk menampilkan getar-getar cintanya kepada anak dengan cara yang seefektif mungkin.</p>
<p>Untuk mereka yang mendambakan buah hatinya tumbuh menjadi pribadi unggul. Untuk mereka yang tidak sekedar menjadi raksasa penguasa, tetapi mampu menghadirkan dirinya sebagai pelindung, pengayom dan tumpuan harapan buah hatinya.</p>
<p><strong>Judul Buku</strong>    : Mendidik Anak Dengan Cinta Edisi Plus (Buku Laris)<br />
<strong>Penulis</strong>            : Irawati Istadi<br />
<strong>Penerbit</strong>          : Pustaka Inti, Bekasi<br />
<strong>Tebal </strong>               : 504 Halaman Hard Cover<br />
<strong>Berat Buku</strong>     : 1000 gram<br />
<strong>Harga</strong>               : Rp 100.000</p>
<p>DAFTAR  ISI<br />
<strong>MENDIDIK DENGAN CINTA</strong></p>
<p>1. Tiga Tipe Anak<br />
2. Membuktikan Cinta Ibu<br />
3. Orang tua Bukan Polisi<br />
4. Berprasangka Baik Pada Anak<br />
5. Menumbuhkan Kepatuhan<br />
6. Menghargai ‘Kekonyolan’ Anak<br />
7. Membiarkan Anak Memutuskan Sendiri<br />
8. Menghargai Hak Janin</p>
<p><strong>SENI BERKOMUNIKASI</strong><br />
1. Hargai Pribadinya, Tegur Perilakunya<br />
2. Teguran Satu Menit<br />
3. Perhatian Positif vs Perhatian Negatif<br />
4. Menjumlah Omelan dan Pujian<br />
5. Membangun Komunikasi Produktif</p>
<p><strong>MEMACU KREATIFITAS</strong><br />
1. Mendidik Kreatif dan Rekreatif<br />
2. Bersaing Dengan Superman<br />
3. Banyak Bertanya Luas Ilmunya<br />
4. Permainan Kreatif dan Edukatif</p>
<p><strong>MENGELOLA AREA KONFLIK</strong><br />
1. Mendamaikan “Perang Saudara”<br />
2. Merukunkan Kakak Dengan Adik Baru<br />
3. Naluri Perdamaian, Mau Dipupuk atau Dikubur?<br />
4. Belajar Ksatria, Saling Memaafkan</p>
<p><strong>RAGAM DUNIA ANAK</strong><br />
1. Bohong atau Khayal?<br />
2. Pola Jajan Sehat<br />
3. Mengatur Jadwal Tidur<br />
4. Atasi Kebosanan<br />
5. Naluri Pamer Anak Yang Memusingkan<br />
6. Nama</p>
<p>PLUS BUKU  &#8220;<strong>ISTIMEWAKAN SETIAP ANAK</strong>&#8221;</p>
<p>DAFTAR ISI</p>
<p>BAB I <strong>Pembentukan Kepribadian</strong></p>
<p>Hindarkan Anak dari Sifat Penakut<br />
Sedikit Demi Sedikit, Disiplin Kian Membukit<br />
Semua Titipan Allah<br />
Diubah Dengan Kontrak Hadiah<br />
Berbaur Mumpung Masih Kecil<br />
Anak ‘Digambar’ Oleh Temannya<br />
Mengistimewakan Setiap Anak<br />
Hati-hati Dengan Hadiah<br />
Terapi Untuk Si Cengeng</p>
<p>BAB II <strong>Komunikasi Anak – Orang Tua</strong></p>
<p>Anak atau Orang Tua yang Bermasalah?<br />
Mencegah Trauma Akibat ‘Luka Hati’<br />
Membawa Si Kecil di Acara Orang Tua<br />
Dunia Ini Panggung Sandiwara<br />
Terapi Menggelitik Empati<br />
Merasakan Batin Ibunda<br />
Sehari Bersama Ayah<br />
Sukses Mendidik Banyak Anak<br />
Rahasia Keluarga Kompak<br />
Perseteruan Dalam Kasih Sayang</p>
<p>Bab III <strong>Melejitkan Potensi Otak</strong></p>
<p>Pra TK dan TK, Serupa Tapi Tak Sama<br />
Buku di mana-mana<br />
Dari Komik Menuju Buku Pelajaran<br />
Pro Aktif, Mempercepat Proses Perkembangan Anak<br />
Jangan Abaikan Otak Kanan<br />
‘Kecerdasan Mental’ Yang Menentukan<br />
Rumah, Basis Utama Pendidikan<br />
Mencermati Kesiapan Anak Masuk Sekolah<br />
Masa Peka Belajar, Datanglah!<br />
Ragam Kecerdasan Yang Luas</p>
<p>BAB IV <strong>Dunia Anak</strong></p>
<p>Pelepah Pisang pun Jadi Rudal<br />
Mengenal Tubuh, Perlu atau Tabu?<br />
Ayo ‘Bermain’ Dengan Pekerjaan<br />
Bersahabat Dengan Alam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://quranpoin.com/mendidik-anak-dengan-cinta-buku-laris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Istimewakan Setiap Anak (Best Seller)</title>
		<link>http://quranpoin.com/istimewakan-setiap-anak-best-seller/</link>
		<comments>http://quranpoin.com/istimewakan-setiap-anak-best-seller/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Jan 2011 02:04:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Quran Poin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Parenting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=763</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada anak yang patut di nomor duakan karena dianggap tidak memiliki keistimewaan dibanding anak-anak yang lain. Tugas para pendidik, orang tua dan guru, untuk menomor satukan setiap anak sesuai kelebihan dan keistimewaan yang dimilikinya&#8230; Buku Istimewakan Setiap Anak Ini adalah salah satu buku tentang pendidikan anak yang mengusung sebuah tema sama seperti judulnya &#8216;Mengistimewakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-full wp-image-766" title="www.QuranPoin.com" src="http://www.quranpoin.com/v1/wp-content/uploads/2011/01/DSCN09511.jpg" alt="" width="180" height="275" />Tidak ada anak yang patut di nomor duakan karena dianggap tidak memiliki<br />
keistimewaan dibanding anak-anak yang lain. Tugas para pendidik, orang tua dan guru, untuk menomor satukan setiap anak sesuai kelebihan dan keistimewaan yang dimilikinya&#8230;</p>
<p>Buku <strong>Istimewakan Setiap Anak</strong> Ini adalah salah satu buku tentang pendidikan anak yang mengusung sebuah tema sama seperti judulnya &#8216;Mengistimewakan Setiap Anak&#8217;. Sebuah tema menarik yang menggugah kesadaran setiap orang tua dan pendidik bahwa ini adalah tugas yang berada di pundak mereka untuk menomor satukan tiap anak sesuai kelebihan dan keistimewaan<br />
yang dimilikinya.<span id="more-763"></span></p>
<p>Tidak ada anak yang patut di nomor duakan karena dianggap tidak memiliki<br />
keistimewaan dibanding yang lain. Disamping sederet kelemahan dan kekurangannya, pastilah ada satu sisi/aspek dalam diri anak yang menjadi sebuah kelebihan, dan karenanya, patut diistimewakan.</p>
<p>Keberhasilan orang tua dalam mengistimewakan anak-anaknya, akan sangat mendorong rasa percaya diri anak, yang menjadi modal utama kehidupan yang cerah dan bahagia di masa dewasanya kelak.</p>
<p>Merupakan buku ketiga karya penulis <strong>Irawati Istadi</strong>, seluruh artikel di dalam buku seri psikologi anak 2 ini adalah bunga rampai tulisan yang telah dimuat di rubrik tarbiyah dalam Jendela Keluarga di Majalah Suara Hidayatullah.</p>
<p>Penerbitan buku ini dimaksudkan untuk mengulang sukses yang pernah diraih buku &#8216;<strong>Mendidik Anak dengan Cinta</strong>&#8216; yang merupakan bunga rampai pertama kumpulan artikel serupa beberapa tahun lalu yang ternyata laris manis tak bersisa.</p>
<p>Yang menjadi ciri khas dan kelebihan buku <strong>Istimewakan Setiap Anak</strong> Ini karena karakternya yang ringan, fun dan mengena. Ringan dalam arti bahwa materi-materi psikologi yang disajikan di dalamnya tidaklah dikupas dengan teoritis semata sehingga sulit dicerna bagi pembaca awam psikologi. Akan tetapi kupasannya disampaikan melalui beragam contoh yang kerap terjadi<br />
sehari-hari dalam dunia anak dan orang tua, bahasannya pun ringan sesuai dengan pemahaman umum.</p>
<p>Dikatakan fun karena dirancang kreatif, didesain menarik sehingga enak untuk dinikmati. Pembaca tidak merasa sedang belajar sesuatu karena buku ini bisa dinikmati di sela-sela waktu santai, waktu luang atau refreshingnya.</p>
<p>Dan mengena! Karakter ketiga ini menjadi tujuan akhir penulisan yaitu bagaimana pesan-pesan psikologi bisa diterima pembaca hingga tuntas. Ada banyak buku bermisi serupa yang menyajikan paket pendidikan anak untuk orang tua, tetapi karena disajikan terlalu teoritis, dengan bobot dan gaya yang tinggi, sehingga sulit dicerna pembaca awam.</p>
<p>Akan tetapi buku yang satu ini dirancang dengan gaya kreatif, unik dan pas dengan kebutuhan masyarakat umum serta sesuai dengan taraf kemampuan daya baca dan daya tangkap mereka. Sehingga dapat dipastikan akan lebih banyak pesan yang terekam dalam benak pembaca dan memotivasi untuk mempraktekannya. Bagaimana dengan Anda?</p>
<p><strong>Judul</strong> : Istimewakan Setiap Anak (Seri Psikologi Anak 2)<br />
<strong>Penulis</strong> : Irawati Istadi<br />
<strong>Penerbit</strong> : Pustaka Inti, Bekasi<br />
<strong>Tebal</strong> : 224 Halaman<br />
<strong>Tahun Terbit </strong> : 2002<br />
<strong>Harga</strong> : Rp 35.000</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>DAFTAR ISI</strong></span></p>
<p>BAB I Pembentukan Kepribadian</p>
<ol>
<li>Hindarkan Anak dari Sifat Penakut</li>
<li>Sedikit Demi Sedikit, Disiplin Kian Membukit</li>
<li>Semua Titipan Allah</li>
<li>Diubah Dengan Kontrak Hadiah</li>
<li>Berbaur Mumpung Masih Kecil</li>
<li>Anak &#8216;Digambar&#8217; Oleh Temannya</li>
<li>Mengistimewakan Setiap Anak</li>
<li>Hati-hati Dengan Hadiah</li>
<li>Terapi Untuk Si Cengeng</li>
</ol>
<p>BAB II Komunikasi Anak &#8211; Orang Tua</p>
<ol>
<li>Anak atau Orang Tua yang Bermasalah?</li>
<li>Mencegah Trauma Akibat &#8216;Luka Hati&#8217;</li>
<li>Membawa Si Kecil di Acara Orang Tua</li>
<li>Dunia Ini Panggung Sandiwara</li>
<li>Terapi Menggelitik Empati</li>
<li>Merasakan Batin Ibunda</li>
<li>Sehari Bersama Ayah</li>
<li>Sukses Mendidik Banyak Anak</li>
<li>Rahasia Keluarga Kompak</li>
<li>Perseteruan Dalam Kasih Sayang</li>
</ol>
<p>Bab III Melejitkan Potensi Otak</p>
<ol>
<li>Pra TK dan TK, Serupa Tapi Tak Sama</li>
<li>Buku di mana-mana</li>
<li>Dari Komik Menuju Buku Pelajaran</li>
<li>Pro Aktif, Mempercepat Proses Perkembangan Anak</li>
<li>Jangan Abaikan Otak Kanan</li>
<li>&#8216;Kecerdasan Mental&#8217; Yang Menentukan</li>
<li>Rumah, Basis Utama Pendidikan</li>
<li>Mencermati Kesiapan Anak Masuk Sekolah</li>
<li>Masa Peka Belajar, Datanglah!</li>
<li>Ragam Kecerdasan Yang Luas</li>
</ol>
<p>BAB IV Dunia Anak</p>
<ol>
<li>Pelepah Pisang pun Jadi Rudal</li>
<li>Mengenal Tubuh, Perlu atau Tabu?</li>
<li>Ayo &#8216;Bermain&#8217; Dengan Pekerjaan</li>
<li>Bersahabat Dengan Alam</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://quranpoin.com/istimewakan-setiap-anak-best-seller/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayo Marah!(Buku Komplit Manajemen Marah)</title>
		<link>http://quranpoin.com/ayo-marah/</link>
		<comments>http://quranpoin.com/ayo-marah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Jan 2011 14:26:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Quran Poin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Parenting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=756</guid>
		<description><![CDATA[Buku Panduan Wajib Bagi Orangtua dan Guru Agar bisa Marah dengan positif untuk mendidik anak dan bagi Siapa saja yang ingin membentuk karakter diri positif dengan menghilangkan kebiasaan marah. Marah &#8230; Boleh saja kita lakukan, asal tahu cara dan targetnya. Apakah Anda mampu melakukannya? Ternyata marah sangat sering kita alami dan bahkan kita lakukan. Buku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-full wp-image-757" title="www.QuranPoin.com" src="http://www.quranpoin.com/v1/wp-content/uploads/2011/01/ayo-marah.jpg" alt="" width="109" height="164" />Buku Panduan Wajib Bagi Orangtua dan Guru Agar bisa Marah dengan positif untuk mendidik anak dan bagi Siapa saja yang ingin membentuk karakter diri positif dengan menghilangkan kebiasaan marah.</p>
<p>Marah &#8230; Boleh saja kita lakukan, asal tahu cara dan targetnya. Apakah Anda mampu melakukannya? Ternyata marah sangat sering kita alami dan bahkan kita lakukan. Buku ini membahas dengan lengkap dan tuntas mengapa kita marah dan bagaimana mengatasi kemarahan yang meluap-luap.<span id="more-756"></span></p>
<p>Marah masih wajar jika dilakukan pada SAAT yang tepat dan CARA yang benar.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Isi buku Ayo Marah! ini antara lain </span>:</p>
<ol>
<li>Mengenali dan memahami penyebab timbulnya marah</li>
<li>Meminimalisir rasa bersalah akan kebiasaan marah</li>
<li>Mengendalikan marah negatif</li>
<li>Memilih saat dan cara yang tepat untuk marah</li>
<li>Marah dengan benar dan efektif</li>
</ol>
<p><span style="text-decoration: underline;">Buku karya Irawati Istadi ini ditujukan untuk</span> :</p>
<ol>
<li>Orangtua yang merasa kesulitan untuk mengendalikan emosi di rumah</li>
<li>Suami Istri yang sedang menghadapi atau ingin mencegah konflik di rumah</li>
<li>Para karyawan/pegawai yang ingin meningkatkan kinerja dan performa dengan adanya perasaan positif di tempat kerja</li>
<li>Guru di sekolah yang berusaha mengurangi kemarahan di sekolah dan ingin meningkatka semangat dan memotivasi anak selama proses belajar mengajar</li>
<li>Siapa saja yang ingin membentuk karakter diri positif dengan menghilangkan kebiasaan marah.</li>
</ol>
<p><strong>Judul </strong> : Ayo Marah!<br />
<strong>Penulis</strong> : Irawati Istadi<br />
<strong>Penerbit</strong>: Pustaka Inti, Bekasi<br />
<strong>Ukuran</strong> : 16 x 24 cm<br />
<strong>Tebal</strong> :210 hal<br />
<strong>Harga</strong> : Rp 60.000,00  56.900<br />
<strong>Tahun</strong> : Agustus 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://quranpoin.com/ayo-marah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggapai Syafa&#8217;at Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://quranpoin.com/menggapai-syafaat-al-quran/</link>
		<comments>http://quranpoin.com/menggapai-syafaat-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Jan 2011 09:06:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Quran Poin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Al-Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=747</guid>
		<description><![CDATA[Berisi kiat-kiat Mentadaburi dan Menangis Ketika Membaca Al-Qur&#8217;an &#8230; &#8220;Menangis di saat membaca Al-Qur&#8217;an dan di saat bersamanya merupakan perbuatan yang sangat dicintai. Caranya adalah menghadirkan hati ketika membacanya. Dengan merenungi seluruh isi yang ada di dalamnya berupa ancaman dan janji yang sangat mengerikan, serta perjanjian dan pertanggung jawaban di hari kiamat. Kemudian rasakanlah bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><strong> </strong><img class="alignleft size-full wp-image-749" title="www.QuranPoin.com" src="http://www.quranpoin.com/v1/wp-content/uploads/2011/01/MenggapaiSyafaat-Al-Quran_depan1.jpg" alt="" width="126" height="183" />Berisi kiat-kiat Mentadaburi dan Menangis Ketika Membaca Al-Qur&#8217;an &#8230;</p>
<p>&#8220;Menangis di saat membaca Al-Qur&#8217;an dan di saat bersamanya merupakan perbuatan yang sangat dicintai. Caranya adalah menghadirkan hati ketika membacanya. Dengan merenungi seluruh isi yang ada di dalamnya berupa ancaman dan janji yang sangat mengerikan, serta perjanjian dan pertanggung jawaban di hari kiamat. Kemudian rasakanlah bahwa hal itu sudah sangat dekat sekali. Jika itu tidak membuatmu sedih dan menangis, maka tangisilah dirimu dikarenakan engkau tidak bisa melakukannya. Karena ia adalah musibah terbesar.&#8221; (Imam Al Ghazali)<span id="more-747"></span></p>
<p>Barangsiapa yang ingin sampai pada nikmat kekhusyu&#8217;an, dia harus mengarungi lautan tadabbur dan menyelami sungai air mata. Barangsiapa yang hatinya bertadabbur, maka matanya akan berlinangan air mata. Namun orang yang bacaan Al-Qur&#8217;annya belum menyentuh perasaannya secara mendalam, maka hatinya akan mengeras dan air matapun akan membeku. Abdullah bin Ibrahim Al-Luhaidan dalam buku kecil  namun menakjubkan ini telah membuka mata dan hati kita bahwa tangisan hati adalah tadabbur yang menimbulkan rasa takut. Tangisan hati secara pasti akan membuat mata menangis.</p>
<p>Dengan menceritakan kisah teladan para sahabat dan ulama salafushshalih dalam mambaca Al-Qur&#8217;an dan mengulanh2 ayatnya, beliauberharap agar kita berusaha seperti mereka. Bila tidak, itu merupakan musibah besar yang telah menimpa diri kita dan kaum muslimin seluruhnya.</p>
<p><strong>Menggapai Syafa&#8217;at Al-Qur&#8217;an<br />
(Kiat Mentadaburi dan Menangis Ketika Membaca Al-Qur&#8217;an)<br />
Penulis        : Manshur bin Muhammad Al-Muqrin dan Abdullah bin Ibrahim Al-Luhaidan<br />
Penerbit     : Daar An-Naba&#8217;<br />
Tebal            : 116 Halaman<br />
Harga           : <span style="text-decoration: line-through;">Rp 15,500</span> <span style="color: #ff0000;">13.900</span></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://quranpoin.com/menggapai-syafaat-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Page Caching using disk: enhanced

Served from: quranpoin.com @ 2012-05-21 03:46:30 -->
