Toko Al-Quran Online
Ilmu-ilmu Qur'an

Keseimbangan Surah Haa wa Miim

Keseimbangan penyebutan huruf-huruf inisial yang terdapat pada pembuka surah hendaknya makin menambah keimanan umat dalam menyelami Al-Qur’an.

Al-Qur’an adalah sumber ilmu pengetahuan dan petunjuk bagi umat manusia dalam menyelami kehidupan di dunia yang fana (sementara) menuju kehidupan akhirat yang baqa (kekal, abadi).

Keistimewaan Al-Qur’an tak hanya dari segi kandungan isinya yang berbicara masalah ibadah, akhlak, atau hubungan antarsesama manusia, tetapi juga meliputi berbagai hal hingga keilmuan kontemporer saat ini, seperti fisika, kimia, biologi, astronomi, dan sebagainya.

Tidak ada satu pun ayat dan surah dalam Al-Qur’an yang tidak memiliki keistimewaan dan kelebihan. Semuanya punya kelebihan dan keistimewaan. Salah satunya adalah surah-surah yang dimulai dengan huruf-huruf inisial (Fawatih al-Suwar).

Dari seluruh surah (29 buah) yang dimulai dengan huruf inisial (30 ayat), terdapat surah-surah yang dimulai dengan huruf yang sama. Di antaranya, dimulai dengan huruf Ha Mim, Alif Lam Mim, dan Alif Lam Ra. Dan, dari surah yang dimulai dengan kalimat yang sama tersebut, terdapat tujuh surah yang sama dan dikenal dengan surah Haa wa Mim.

Surah-surah Ha wa Miim adalah surah-surah yang diawali dengan huruf inisial Haa Miim. Dalam Al-Qur’an, surah-surah yang dimulai dengan inisial Haa Mim terdapat pada tujuh surah, yakni surah Almu’min (40), Fushilat (41), Asysyuraa (42), Azzukhruf (43), Addukhan (44), Aljatsiyah (45), dan Al-Ahqaf (46). Ketujuh surah itu terletak secara berurutan dalam mushaf Al-Qur’an, yakni dari 40-46. Dan, itu merupakan satu-satunya kelompok surah Fawatih al-Suwar (pembuka surah) yang nomor ayatnya berurutan. Jika dilihat berdasarkan kronologisnya, hal itu juga berurutan, yakni dari nomor 60-66.

Hal ini berbeda dengan ayat-ayat Fawatih lainnya, seperti Alif Lam Mim dan Alif Lam Ra yang disebutkan dalam beberapa surah dan terpisah-pisah kelompoknya. Kelompok surah Haa wa Mim ini semuanya diturunkan di Makkah dan disebut pula dengan kelompok Makkiyah.

Keistimewaan
Sebagaimana ayat-ayat lainnya, sesungguhnya semua ayat yang ada dalam Al-Qur’an memiliki keistimewaan. Khusus pada surah-surah Ha wa Miim ini, keistimewaan itu terletak pada masing-masing hurufnya.

Dalam surah Ha wa Miim pertama, yakni Almu’min, huruf ha dalam surah ini ditulis sebanyak 64 kali dan huruf mim sebanyak 380 kali. Kemudian, pada surah Fushilat, huruf ha ditulis sebanyak 48 kali dan huruf mim sebanyak 276. Pada surah Asysyura, huruf ha ditulis sebanyak 53 kali dan huruf mim sebanyak 300 kali. Lalu, pada surah Azzukhruf, huruf ha ditulis 44 kali dan huruf mim sebanyak 423 kali. Dalam Addukhan, huruf ha disebut sebanyak 16 kali dan huruf mim sebanyak 150 kali.

Selanjutnya, pada surah Aljatsiyah, huruf ha disebut sebanyak 31 kali dan huruf mim sebanyak 200 kali. Terakhir, dalam surah Al-Ahqaf, huruf ha ditulis sebanyak 36 kali dan mim sebanyak 225 kali. Secara keseluruhan, dalam ketujuh surah tersebut, huruf ha disebut sebanyak 292 kali dan huruf mim sebanyak 1855 kali.

Sebagaimana telah dibahas pada edisi 16 Agustus 2009 lalu, ayat-ayat Al-Qur’an sebagian besar diformulasikan dengan angka 19. Bila jumlah huruf ha dan mim dalam ketujuh surah itu dibagi dengan angka 19 setelah keduanya dijumlahkan, didapatkan hasil 292+1855=2147. Apabila dibagi dengan angka 19, nilai 2147 akan didapatkan hasil 113 (113X19=2147).

Ini adalah salah satu kelebihan yang dimiliki surah-surah Ha wa Mim dari ketujuh surah pembuka yang dimulai dengan huruf inisial Ha dan Mim.

Asysyura
Dibandingkan surah lainnya, surah Asysyura memiliki keistimewaan tersendiri dan ciri khas. Berikut keistimewaannya yang disebutkan Abah Salma Alif Sampayya.

(1) Satu-satunya surah dalam Al-Qur’an yang memiliki dua ayat berisi huruf-huruf inisial, yakni Ha Mim (1) dan Ain Sin Qaf (2).

(2) Dari tujuh ayat Ha Mim, semua surah setelah ayat-ayat inisial selalu menjelaskan Al-Kitab dan tujuan diturunkannya, kecuali dalam surah Asysyura yang baru menyebutkannya pada ayat ke-7.

(3) Jumlah huruf Ha yang terdapat dalam surah Asysyura sama dengan jumlah ayatnya, yakni 53 kali.

Ain Sin Qaf

Dalam surah Asysyura, selain menyebutkan huruf inisial Ha dan Mim, pada ayat kedua juga ditandai dengan huruf inisial lain, yakni huruf Ain, Sin, dan qaf.

Sungguh luar biasa, tentunya bukan kebetulan, bila huruf Ain Sin Qaf dalam surah Asysura ini jumlahnya merupakan pembagian dari angka 19. Huruf Ain disebut sebanyak 98 kali, huruf Sin sebanyak 54 kali, dan huruf Qaf sebanyak 57 kali. Dari keseluruhan huruf Ain, Sin, dan Qaf, jumlahnya sebanyak 209. Bila dibagi dengan angka 19, jumlahnya adalah 11. sya

Rahasia Nun dan Nuh

Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar yang diberikan Allah SWT kepada Rasulullah SAW. Al-Qur’an adalah mukjizat yang abadi hingga akhir masa. Setiap ayat-ayatnya, kombinasi huruf-hurufnya, dan kandungan makna yang terdapat di dalamnya, semuanya memiliki keistimewaan yang tak terhingga. Keistimewaan itu hanya bisa terungkap apabila manusia mampu menggunakan akal pikirannya. Dengan akal pikiran itu, manusia menggali sumber-sumber ilmu pengetahuan dan rahasia yang terdapat dalam Al-Qur’an.

”Dia-lah yang menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat muhkamat, itulah pokok-pokok isi Al-Qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mustasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong pada kesesatan, mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari takwil. Padahal, tidak ada yang mengetahui takwilnya, melainkan Allah. Dan, orang-orang yang mendalam ilmunya berkata, ‘Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.’ Dan, tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya), melainkan orang-orang yang berakal.” (QS Ali Imran: 7).

”(Al-Qur’an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.” (QS Ibrahim: 52).

Ayat di atas menunjukkan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an memiliki sejumlah keistimewaan yang hanya mampu digali oleh mereka yang menggunakan akal pikirannya. Dan, dengan itu pula, mereka semakin yakin dan beriman kepada Allah SWT.

Huruf Nun
Surah Alqalam dimulai dengan huruf inisial Nun. Dalam surah ini, huruf nun berjumlah 132 buah. Nilai 132 tidak bisa dibagi dengan angka 19. Jika ditambah dengan satu huruf Nun lagi, jumlahnya akan menjadi 133 sehingga bisa dibagi dengan 19X7. Lalu, ke mana satu huruf Nun yang ‘hilang’ dari surah Alqalam ini?

Menurut Sampayya, dalam bukunya Keseimbangan Matematika dalam Al-Qur’an, satu huruf Nun yang ‘hilang’ sebenarnya tersembunyi pada inisial pertama, yakni Nun yang dalam bahasa Arab ditulis dengan Nun, Waw, dan Nun. Bagi sebagian orang, hal ini mungkin terlalu mengada-ada. Namun, demikianlah kenyataannya. Hal ini dapat dilihat dari surah Al-Anbiya ayat 87 dengan nama Nabi Yunus, yakni Dzun Nuun.

Penjelasan tentang keistimewaan Nun juga disampaikan KH Fahmi Basya. Dalam bukunya Matematika Al-Qur’an, disebutkan bahwa huruf Nun dalam surah Alqalam berkaitan erat dengan cerita Nabi Nuh AS.

Pada kisah Nuh, ada rahasia bilangan 50. ”Sesungguhnya, Kami telah mengurus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka 1000 tahun kurang 50.” (QS Al-Ankabut: 14). Sebagaimana diketahui, huruf Nun sama dengan bentuk kapal. Menurut Fahmi Basya, huruf Nun memilih bobot 50.

Sampayya menjelaskan, ada rahasia yang tersembunyi di balik penyebutan tahun atau usia Nabi Nuh, yakni 1000 tahun kurang 50 tahun. ”Mengapa Allah tidak menyebutkan secara langsung, misalnya 950 tahun,” kata Sampayya.

”Ini menunjukkan keseimbangan matematika Al-Qur’an. Dalam surah Alkahfi ayat 25, Allah menunjukkan masa tidur penghuni gua selama 300 tahun ‘ditambah’ sembilan tahun. Sedangkan, dalam surah Al-Ankabut ayat 14, disebutkan bahwa Nabi Nuh tinggal bersama kaumnya 1000 tahun ‘dikurang’ 50 tahun. Ini menggambarkan adanya penjumlahan dan pengurangan dalam matematika Al-Qur’an,” tulis Sampayya.

Para ahli astronomi membagi perhitungan tahun matahari dalam dua kelompok besar, yaitu tahun bintang (365,25636 hari) dan tahun tropis (365,2422 hari). Sehingga, rata-rata satu tahun matahari adalah 365,24928 hari. Sedangkan, tahun bulan juga dikelompokkan menjadi tahun bintang (327,85992 hari) dan tahun tropis (354,36707 hari) sehingga rata-rata satu tahun bulan berjumlah 341,11 hari. Dengan asumsi ini, Sampayya menyebutkan, kalimat 1000 tahun dikurang 50 tahun dalam surah Al-Ankabut ayat 14 adalah 953 tahun.

Sampayya merujuk jumlah demikian, selain berdasarkan perhitungan tahun matahari, juga dilihat dari komposisi huruf dalam surah Nuh yang berjumlah 953 huruf.Wa Allahu A’lam. sya

Keagungan Surah Yasin

Surah Yasin merupakan salah satu surah yang masuk dalam golongan Fawatih al-Suwar (pembuka surah) karena diawali dengan inisial huruf Ya dan Sin. Surah Yasin bernomor urut 36 dan terdiri atas 83 ayat. Surah Yasin termasuk dalam kelompok surah-surah Makkiyah.

Menurut beberapa riwayat, Rasulullah SAW pada saat dikepung oleh orang kafir Quraisy, sebelum berangkat hijrah, menaburkan pasir sambil membaca surah Yasin ayat ke-9 sehingga tidak terlihat oleh mereka.

”Dan, Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula) dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.” (QS Yasin: 9).

Surah Yasin paling sering dibaca umat Muslim, khususnya di Indonesia, dan paling banyak dihafal untuk ukuran surah yang panjang. Pembacaan surah Yasin menjadi bagian rutin sebagian masyarakat, di antaranya dikenal dengan istilah Yasinan.

Selain itu, dibandingkan lainnya, surah ini juga paling banyak dicetak dalam bentuk buku, khususnya buku saku. Ada pula yang menjadikannya sebagai suvenir.

Di samping itu, surah ini banyak pula yang dicetak dengan terjemahannya. Juga, sebagian ada yang dibuat tafsir surah Yasin. Bahkan, beberapa ulama tafsir secara khusus membahas kelebihan surah Yasin. Allahu A’lam.

Sumber : Harian Republika 23/8/09

Leave a Reply