Toko Al-Quran Online
Parenting

Orang Tuaku Hobi Menghukum (Panduan Memberi Sanksi Pada Anak Bagi Orang Tua Dan Guru)

“Sanksi yang baik adalah sanksi yang ketika diberikan satu atau dua kali, anak telah belajar banyak darinya untuk tidak mengulangi lagi pelanggarannya”

Judul : Orang Tuaku Hobi Menghukum (Panduan Memberi Sanksi Pada Anak Bagi Orang Tua Dan Guru)
Penerbit : Filla Press
Penulis : Drs. Miftahul Jinan, M.Pd
Tebal : 174 hlm
Harga : Rp 35.000
Beberapa Orang tua merasa belum mendidik anaknya jika belum menghukum. Mereka merasa ada yang kurang dari dirinya jika belum memberi sanksi pada anaknya. Bahkan secara  insting  mereka terdorong untuk melakukannya seperti sedang menjalankan “hobi”.

Buku ini akan memandu orang tua untuk menemukan mengapa mereka mempunyai “hobi” menghukum anak, mengidentifikasi beberapa kesalahan dalam melakukannya, serta menelaah kembali jenis-jenis hukuman yang sering diberikan kepada anak. Buku ini juga mendorong kita untuk mengubah paradigma hukuman menjadi konsekuensi logis serta menjelaskan dengan gamblang bahwa hukuman saja tidaklah cukup.

Selamat mengevaluasi “hobi” kita dengan membaca buku ini.

Hati yang kejam selalu senang untuk menghukum. Padahal hukuman diteliti, jelas-jelas dapat merusak otak. Brain damaged (kerusakan otak) terjadi tiap detik di kehidupan kita. Jangan membunuh karakter mulia dengan hukuman. Ajari anak kita untukmengenal satu kata ajaib yang membuat ia mampu mendisiplinkan dirinya dan bertanggung jawab pada perilakunya. Kata itu adalah konsekuensi logis. Saudara Miftahul Jinan dalam bukunya ini ingin kita para orang tua tidak melakukan “pembunuhan dan perusakan” besar-besaran lagi.
(Neno Warisman, artis dan pemerhati pendidikan anak dan keluarga)

DAFTAR ISI

Bab I Mengapa Orang Tua “Hobi” Menghukum Anak?
– Orang tua dididik dengan hukuman
– Karena Hukuman Lebih “Manjur”
– Hukuman, Inilah CAra Satu-satunya YAng Kami Ketahui
– Orangtuaku bertengkar, aku mendapat hukuman
– Tidak ada peraturan yang jelas di rumah

Bab II Hukuman Yang Membanggakan Anak
– Nyamannya Dihukum Ibu
– Aku Diperhatikan Orang Tua Dengan Hukuman
– Bangga Dihukum
– Ibuku Menyesal Setelah Menghukumku
– Semua Menikmati Hukumanku

Bab III    Jenis-Jenis Hukuman Dan Pertimbangannya
– Membentak Dan Berteriak
– Pukulan Pantat
– Time out dan Penyetrapan
– Mencabut Fasilitas
– Istighfar 500 kali
– Mendiamkan Anak

BAB IV    Dari Hukuman Menuju Konsekuensi Logis
– Hukuman Dan Konsekuensi Logis
– Jangan Mengambil Alih Tanggung Jawab Anak
– Tidak Membuat Jera Dan Merendahkan Anak, Tetapi Anak Menyadari Pentingnya Ketertiban
– Konsekuensi Logis Yang Terkait
– Ini Bukanlah Ketetapan Orang Tua,  Tetapi Pilihan Anak
– Memuji Spontanitas, Menghukum Pikir Dahulu
– Kepastian Hukuman, Bukan Kekerasannya

BAB V    Tidak Cukup Dengan Hukuman Saja
– Tidak Cukup Dengan Konsekuensi Logis Saja
– Bahayanya Fokus Kepada Hukuman Saja
– Bahayanya Tidak Memberikan Konsekuensi Logis
– Hukuman Yang Baik Adalah Hukuman Yang Jarang Diberikan
– Bukan Untuk Mencintai Ketertiban Saja, Tetapi Karena Allah Cinta

Leave a Reply