Keutamaan Al-Qur’an

Abu Ubaid al-Qasim bin Salam berkata dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata: “Alquran diturunkan sekaligus dalam satu waktu ke langit dunia ketika Lailatul Qadar. Setelah itu ia diturunkan secara bertahap selama duapuluh tahun.” Kemudian ia membaca:

“ Dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.” (QS Al Israa’: 106).
Dan ini adalah sanad yang shahih.
Sedangkan mengenai bermukimnya Nabi saw di Madinah selama sepuluh tahun, hal itu tidak termasuk masalah yang diperselisihkan. Adapun (waktu) bermukimnya beliau di Mekkah setelah kenabian, maka yang populer adalah tiga belas tahun, karena beliau mendapatkan wahyu pertama pada usia empat puluh tahun dan beliau wafat pada usia enam puluh tiga tahun menurut pendapat yang benar.
Kemudian dimulailah penurunan wahyu itu di tempat yang mulia, yaitu negeri suci (Makkah), sebagaimana berlangsung pada waktu yang mulia pula, yaitu bulan Ramadhan. Dengan demikian padanya tergabung kemuliaan waktu dan tempat.
Oleh karena itu disunnahkan untuk memperbanyak bacaan Alquran pada bulan Ramadhan, karena pada bulan itulah dimulainya penurunan Alquran. Dan karena itu pula, Jibril as selalu mencocokkan hafalan Rasulullah saw setiap tahun pada bulan Ramadhan. Dan pada tahun dimana Rasulullah saw wafat, Jibril mendatangi beliau dua kali untuk melakukan hal yang sama dalam rangka memberi penekanan sekaligus mempertegas.
Selain itu, di dalam hadits juga terdapat penjelasan yang menyebutkan bahwa diantara Alquran tu ada surat/ayat Makkiyyah dan ada juga Madaniyyah. surat/ayat Makkiyyah diturunkan sebelum Hijrah sedangkan Madaniyyah diturunkan sesudah Hijrah, baik itu di Madinah maupun di tempat lainnya sekalipun di Makkah ataupun ‘Arafah.
‘Abdullah bin Yusuf memberi tahu imam Bukhari, dari Abu HUrairah, dia berkata: “Nabi saw bersabda: “Tidak ada seorang Nabipun melainkan diberikan sesuatu yang semisal dengannya, kepadanya manusia beriman. Hanya saja aku diberi wayu yang diwahyukan Allah kepadaku. Oleh karena itu, aku berharap memiliki pengikut yang paling banyak diantara mereka pada hari kiamat kelak.”
Diriwayatkan juga di dalam kitab al I’tishaam dari ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah, Muslim dan an-Nasa-i.
Di dalam hadits tersebut terdapat fadhilah (keutamaan) yang sangat besar bagi Alquran al-Majid atas semua mukjizat yang diberikan kepada para Nabi dan atas semua Kitab yang diturunkan. Hal itu bisa dilihat dari pengertian bahwasanya Tidak ada seorang nabi pun melainkan diberi-berbagai macam mukjizat- yang dipercaya oleh umat manusia. Yakni, sesuatu yang menjadi bukti yang membenarkan apa yang dibawa kepada mereka, dan ia diikuti oleh sebagian orang. Kemudian pada saat para nabi itu meninggal dunia, maka tidak ada dari mukjizat-mukjizat itu yang tersisa sepeninggal mereka kecuali apa yang diceritakan oleh para pengikut mereka dari apa yang mereka saksikan pada zaman mereka.
Adapun rasul penutup risalah Muhammad saw, maka sebagian besar dari apa yang diberikan Allah kepada beliau adalah berupa wahyu dari-Nya yang kemudian dibawa kepada seluruh umat manusia secara mutawatir. Artinya, setiap saat ia berada dalam kondisi seperti ketika diturunkan. Oleh karena itu, beliau bersabda: “Karenanya, aku berharap memiliki pengikut yang paling banyak diantara mereka.” Dan demikianlah kenyataan yang terjadi. Dimana pengikut beliau lebih banyak daripada pengikut Nabi-nabi lainnya karena keumuman risalah beliau dan keabadiaannya sampai hari kiamat tiba serta berlanjutnya mukjizat beliau. Oleh karena itu, Allah ta’ala berfirman:
????????? ??????? ??????? ???????????? ?????? ???????? ????????? ?????????????? ????????
“Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar Dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam” (QS Al-Furqaan: 1).
Dan dia juga berfirman:
???? ?????? ??????????? ????????? ?????????? ?????? ???? ???????? ???????? ?????? ?????????? ??? ????????? ?????????? ?????? ????? ?????????? ???????? ????????
“Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, Sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”.(QS Al-Israa’: 88)
Kemudian mereka diminta(membuat) yang lebih sedikit jumlahnya sampai sepuluh surat, dimana Dia berfirman:
???? ?????????? ?????????? ? ???? ???????? ???????? ?????? ???????? ????????????? ????????? ???? ????????????? ???? ????? ??????? ???? ???????? ??????????
“Bahkan mereka mengatakan: “Muhammad telah membuat-buat Al Quran itu”, Katakanlah: “(Kalau demikian), Maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar”. (QS Huud: 13).
Selanjutnya, Dia menantang mereka untuk mendatangkan satu surat saja spertinya, namun mereka tidak akn pernah mampu melakukannya. Karenaitu, Dia berfirman:

???? ?????????? ?????????? ? ???? ???????? ????????? ????????? ????????? ???? ???????????? ???? ????? ??????? ??? ??????? ??????????

???? ?????????? ?????????? ? ???? ???????? ????????? ????????? ????????? ???? ???????????? ???? ????? ??????? ??? ??????? ??????????

???????? ???????? ?????????? ???????????

“Atau (patutkah) mereka mengatakan "Muhammad membuat-buatnya." Katakanlah: "(Kalau benar yang kamu katakan itu), Maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar." (QS Yunus: 38)
Kemudian tantangan itu difokuskan pada posisi ini di dalam beberapa surat Makkiyyah sebagaimana yang juga telah kami sebutkan di dalam surat Madaniyah, seperti misalya di dalam surat al-Baqarah, dimana Allah swt berfirman:
?????? ???????? ??? ?????? ?????? ?????????? ?????? ????????? ???????? ????????? ???? ???????? ????????? ????????????? ???? ????? ??????? ???? ???????? ??????????
?????? ???? ?????????? ?????? ?????????? ?????????? ???????? ??????? ?????????? ???????? ?????????????? ? ????????? ??????????????
“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) - dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (QS al-Baqarah: 23-24).
Dan Allah ta’ala memberitahukan bahwa mereka tidak akan mampu mendatangkan hal yang serupa dengannya. Dan mereka tidak akan pernah melakukan hal tersebut di masa yang akan datang.
Demikianlah padahal mereka merupakan orang yang paling fasih dan paling banyak mengetahui ilmu Balaghah dan syair serta yang semisalnya, tetapi datang kepada mereka dari Allah apa yang tidak akan datang dari seorang manusiapun ungkapan yang fasih lagi mendalam, singkat tetapi mencakup berbagai ilmu pengetahuan, yang sangat banyak yang benar lagi bermanfaat. Juga memuat berita-berita yang benar, dan mengupas tentang alam ghaib yang terjadi pada masa lalu maupun yang akan datang serta memuat hukum-hukum yang adil lagi tegas, sebagaimana Dia berfirman:
????????? ???????? ??????? ??????? ????????? ? ??? ????????? ????????????? ? ?????? ?????????? ??????????
“Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. tidak ada yang dapat merobah robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia lah yang Maha Mendenyar lagi Maha mengetahui. “ (QS al-An’aam: 115).
Imam al Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Syihab, dai berkata: “Anas bin Malik memberitahuku bahwa Allah menurunkan wahyu kepada RasulNya secara berangsur-angsur sebelum beliau wafat sampai akhir hayatnya lebih banyak dari kadar wahyu biasanya, hingga akhirnya Rasulullah saw wafat.”
Demikian pula yang diriwayatkan oleh Muslim dan an-Nasa-I artinya bahwa Allah ta’ala menurunkan wahyu kepada Rasul Nya sedikit demi sedikit, setiap saat, sesuai dengan apa yang diperlukan oleh beliau. Kemudian ada satu masa wahyu itu tidak turun, yaitu saat pertama kali setelah Malaikat Jibril as turun pertama kali dengan membawakan firman Allah ta’ala : “Bacalah dengan nama Rabbmu” dimana wahyu terhenti sesaat. Ada yang menyatakan hampir mencapai waktu dua tahun atau lebih. Setelah itu, wahyu kembali turun secara berangsur. Ayat yang pertama kali turun setelah masa itu adalah:
??? ???????? ?????????????
???? ??????????
Hai orang yang berkemul (berselimut),bangunlah, lalu berilah peringatan! (QS al-Muddatsir: 1-2)
Imam al-Bukhari mengatakan Alquran diturunkan melalui lisan kaum Quraisy dan Arab sebagai Alquran yang berbahasa Arab dengan lisan Arab yang sangat jelas.” Abul Yaman memberitahu kami, Syuaib memberitahu kami , dari az-Zuhri, Anas bin Malik memberitahuku, dia berkata: “Maka ‘Utsman bin ‘Affan memerintahkan Zaid bin Tsabit, Sa’id bin al-‘Ash, Abdullah bin az-Zubair dan Abdullah bin al-Harits bin Hisyam untuk menuliskan ayat-ayat Alquran di dalam mushaf seraya berkata kepada mereka: ‘Jika kalian berbeda pendapat dengan Zaid pada salah satu bahasa Arab Alquran, maka hendaklah kalian menulisnya dengan lisan Quraisy karena sesungguhnya Alquran itu diturunkan dengan lisan mereka.’ Maka mereka pun mengerjakannya.”
Maksud Imam Bukhari dalam hal tersebut sudah sangat jelas, yaitu bahwa Alquran diturunkan dengan menggunakan bahasa kaum Quraisy, dan kaum Quraisy merupakan ringkasan dari masyarakat Arab. OLeh karena itu, Abu Bakar bin Abi Daud menceritakan, ‘Abdullah bin Muhammad bin Khallad memberitahu kami, dari Jabir bin Samurah, dia berkata: “Aku pernah mendengar ‘Umar bin al-Khaththab mengatakan: ‘Tidak ada yang mendiktekkan dalam mushaf-mushaf kami ini melainkan orang-orang Quraisy atau orang-orang Tsaqif.” Dan ini adalah sanad yang shahih.
(Tafsir Ibnu Katsir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ebook Gratis

Hidup Mesra dengan Al-Quran

mesra-dg-quran

Dapatkan ebook bagaimana menjalin interaksi yang akrab dengan Al-Quran.  Anda juga akan mendapatkan konten eksklusif lainnya dengan berlangganan Quranpoin Newsletter. Silakan isi form berikut untuk mendownload ebook.

Wakaf

10.000 Al-Quran

Persembahkan Pahala Amal Jariyahnya untuk Orang Tua dan Keluarga Tercinta