Anak Kecil 3 Tahun Hafal Al-Quran (Video – YouTube)

Menghafal Al-Qur’an pada usia belia adalah hal yang banyak bisa kita jumpai pada diri ulama besar Islam. Banyak diantara ulama telah hafal Al-Quran pada usia 10 tahun. Ini berarti mereka telah mendapatkan pembelajaran Alquran sejak beberapa masa sebelumnya. Video berikut menayangkan seorang anak 3 tahun tengah membacakan hafalan Al-Qur’annya. Mudah-mudahan dapat menyemangati kita untuk terus belajar dan mengajarkan Alquran pada anak-anak. ”Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari). Dan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas “Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur’an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh (HR. Tirmidzi) Lanjutkan membaca →

“…Hifzhul Qur’an: Modal Berdakwah” (Kisah Nyata)

(Kisah Nyata Ustadz Abdul Aziz abdul Rauf, Lc Al Hafizh-Mudir Lembaga Tahfizh Al Hikmah Jakarta)

Bismillaahirrohmanirrohiim.
Bagaimana saya bisa hafal Alquran 30 juz, menurut saya pribadi itu karunia Allah swt. Karena waktu itu kurang lebih tahun 1977, mulai saya kelas 6 SD sampai 2 Aliyah saya hidup dalam arus ghozwul fikri yang besar. Karunia itu didukung lingkungan yang saya tinggali. Sebanding antara lingkungan yang khair dan syar (baik dan buruk). Yang baik, kebetulan kedua orang tua mengajar Alquran dan cukup gigih untuk mengajar Alquran (kedua orang tua saya tidak hafizh). Lanjutkan membaca →

10 Bersaudara Bintang Al-Qur’an

10 Bersaudara Bintang Al Qur’an bertutur secara inspiratif kepada kita. Di tengah kesibukan seperti apa pun kita masih berkesempatan untuk menjadikan anak-anak kita sebagai bintang. Buku ini berbagi kisah, bagaimana menularkan semangat dan mengjarkan Al Qur’an kepada anak-anak kita dan apa saja ikhtiar yang bisa ditempuh untuk mengantarkan putra dan putri kita menjadi hafiz Al Qur’an, terutama di tengah budaya tontonan yang begitu gencar dan sangat vulgar.

Inilah sebuah kisah inspiratif dan luar biasa tentang sebuah keluarga supersibuk yang kesepuluh anaknya tumbuh menjadi bintang. Lanjutkan membaca →

Etika Membawa Al Qur’an

Ayat Laa yamassuhuu illal muthahharuun diatas, menerangkan sisi lain dari keagungan Al Qur’an. Para ahli tafsir memahaminya dari dua sisi : Pertama, bahwa dhamir huu pada ayat laa yamassuhuu kembali pada kitab yang di lauhul mahfuzh, dan dengan pengertian ini, kata al muthahharuun –seperti kata Ibnu Abbas- adalah malaikat (lihat Tafsir Ibnu Katsir vol.4, h.465). Pendapat ini dikuatkan dengan ayat :”Di dalam kitab-kitab yang dimuliakan yang ditinggikan lagi disucikan, di tangan para penulis (malaikat), yang mulia lagi berbakti” (QS 80:13-16). Lanjutkan membaca →